SEMARANG — Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA), Dr. Pungky Lela Saputri, S.ST., M.E., AWPS., CSFT., CSBMA., menjadi bagian dari tim penerima hibah MORA The Air Fund yang didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Melalui hibah yang diketuai Prof. Abdurrahman Mas’ud, MA., Ph.D., tim melaksanakan kunjungan akademik ke Selandia Baru pada 19–25 Oktober 2025 untuk mendalami nilai dan praktik sustainability.
Kunjungan tersebut mencakup kegiatan akademik di University of Auckland serta pembelajaran langsung bersama komunitas Māori. Agenda ini membuka ruang untuk mempelajari bagaimana nilai budaya, hubungan manusia dengan alam, dan kebiasaan masyarakat dapat menjadi dasar dalam membangun praktik keberlanjutan. Diskusi akademik dan focus group discussion (FGD) juga menjadi sarana pertukaran gagasan lintas disiplin dan budaya.

Dari perspektif manajemen, keberlanjutan tidak hanya berkaitan dengan pelestarian lingkungan, tetapi juga dengan cara organisasi dan masyarakat mengelola sumber daya, mengambil keputusan, serta menciptakan manfaat jangka panjang. Kepakaran Dr. Pungky di bidang manajemen keuangan syariah dan ekonomi syariah menghadirkan sudut pandang mengenai kemaslahatan, keadilan sosial-ekonomi, dan tanggung jawab dalam pengelolaan sumber daya.
Salah satu agenda pembelajaran dilakukan bersama Muslim Chaplain University of Auckland untuk membahas integrasi nilai-nilai Islam dalam pelestarian lingkungan melalui perspektif ekoteologi Islam. Pembahasan ini menyoroti tanggung jawab manusia sebagai khalifah dalam menjaga alam dan mewujudkan keberlanjutan lingkungan.
Tim juga berdiskusi dengan Papatoetoe Intermediate School (Enviro School) mengenai kegiatan yang dikelola siswa, seperti pemeliharaan ayam, budidaya tanaman organik, dan pengelolaan madu lebah. Kegiatan tersebut menunjukkan bagaimana pembelajaran kewirausahaan dapat dipadukan dengan pengelolaan sumber daya dan prinsip keberlanjutan sejak dini.

Pembelajaran bersama komunitas Māori di Kaitaki Village turut memperkenalkan nilai keberlanjutan yang diwariskan secara turun-temurun. Filosofi Ranginui (Sky Father) dan Papatūānuku (Earth Mother) menggambarkan hubungan erat manusia dengan alam. Pandangan tersebut mengingatkan bahwa manusia merupakan bagian dari jejaring kehidupan yang saling terhubung dan memiliki tanggung jawab untuk menjaga bumi.
Partisipasi Dr. Pungky Lela Saputri dalam kegiatan akademik internasional ini memperluas ruang kolaborasi lintas disiplin, lintas budaya, dan lintas negara. Bagi bidang manajemen, pengalaman tersebut menjadi bahan pembelajaran tentang pentingnya mengintegrasikan nilai sosial, budaya, ekonomi, dan lingkungan dalam pengambilan keputusan yang berorientasi pada keberlanjutan.


